header news

Jakarta, duroindonesia.co.id

Duro Industri Indonesia telah memulai proses free commissioning untuk produk mortar (semen instan) sejak awal Maret 2016, yang dihadiri langsung oleh pihak mekanis dari Italia. Walaupun masih dalam tahap commissioning, perusahaan ini sudah dibanjiri pesanan pembelian (purchase order) untuk produk Global Union. Bapak Lintang Rumanda Rufwan selaku direktur utama mengakui bahwa hal ini di luar ekspektasi, namun beliau berharap bahwa ini merupakan awal bisnis yang baik.

"Alhamdulillah, menurut saya ini merupakan awal yang baik. Semua produk hasil commissioning langsung habis terjual oleh Global Union. Walaupun akhir-akhir ini pembangunan gedung dan hunian agak melemah, akan tetapi di bulan-bulan mendatang prediksi pembangunan akan meningkat, terutama hunian di kawasan Jabodetabek."

Seperti dikutip business.com, perusahaan konsultan Cushman & Wakefield menyatakan bahwa pada tahun 2016 peningkatan permintaan perumahan akan terasa di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pasar perumahan mengalami perbaikan di akhir 2015 dan 2016 dengan ditetapkannya aturan baru mengenai peningkatan loan to value (LTV). Pada aturan yang sudah diluncurkan, batasan LTV sebesar 80% ditetapkan bagi kredit kepemilikan properti pertama, sedangkan transaksi kredit rumah kedua dan ketiga sebesar 70% dan 60%.

Selain mortar, pabrik yang berlokasi di Bojonegara, Cilegon ini juga memproduksi compound, cat, dan waterproofing sebagai solusi total kebutuhan bangunan.

Jakarta, duroindonesia.co.id

PT. Duro Industri Indonesia (DII) merupakan perusahaan makloner pertama di Indonesia yang secara terbuka menawarkan sistem kerjasama (partnership) kepada para pebisnis, baik melalui media maupun secara langsung.

Menurut ibu Yumi (Sitti Humairahc Rufwan) yang merupakan vice president DII, sistem makloner yang direalisasikan melalui partnership ini adalah bentuk kepedulian DII terhadap pembangunan dan pentingnya kualitas produk di Indonesia.

"Competitor mortar sudah banyak sekali di Indonesia. Ada lebih dari 99 merk mortar dengan berbagai variasi harga. Kami tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena fokus pada kualitas. Kualitas sangatlah penting, terutama untuk pembangunan gedung dan hunian di tanah air sendiri. Jika semua pengusaha mortar bersaing dengan menurunkan harga, yang otomatis menurunkan kualitas, maka kualitas gedung dan hunian di Indonesia tidak dapat terjamin."

"Kami melakukan penelitian selama tiga tahun dalam industri mortar dan bidang terkait, terutama industri bata ringan, juga industri keramik, waterproofing, compound dan cat. Pertumbuhan industri bata ringan di Indonesia memang pesat, tetapi hal ini diikuti dengan persaingan para pengusaha yang tidak sehat karena mereka saling menurunkan harga. Akibatnya pengusaha bermodal kecil banyak yang tutup karena tidak mampu bersaing."

"Nah, kami melihat hal ini merupakan peluang bagi terciptanya sistem partnership. Kami menyediakan produk berkualitas premium siap jual dengan merk mereka sendiri, memberikan dukungan jangka panjang baik teknis maupun non-teknis, dan mereka hanya perlu memasarkan produk tersebut. Dengan demikian diharapkan perusahaan bata ringan dapat kembali beroperasi dan akhirnya memberikan keuntungan bagi semua pihak dan sektor terkait. Ini sekaligus menjadi bentuk dukungan kami dalam memenuhi corporate social responsibility (CSR)"